Mewujudkan Perizinan on-line di Bali dengan SPIPISE

Senin, 22 Nopember 2010


Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) merupakan mekanisme pola pelayanan yang tidak bisa dipisahkan dari dua bidang utama, perizinan dan investasi. Birokrasi panjang dan berbelit yang dahulu menghantui masyarakat yang ingin mencari izin, kini terpangkas karena eksistensi PTSP. Demi memacu nilai investasi dan memfasilitasi para investor, pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) me-launching National Single Window for Investment (NSWi) atau SPIPISE (Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik). Sistem ini diciptakan untuk memfasilitasi PTSP lebih lanjut. NSWi merupakan landasan elektronik untuk investasi agar para investor dapat memperoleh berbagai layanan dan informasi perizinan dan non-perizinan secara online.

Bali Salah Satu Pionir

Pelayanan SPIPISE ini memudahkan masyarakat untuk melakukan pengurusan perizinan secara simpel, murah, efisien, dan predictable. Pemohon (investor) dapat mengurus perizinan mereka dengan perangkat teknologi tanpa perlu bersentuhan langsung dengan petugas pelayanan. Batam dipilih sebagai pilot project peluncuran program yang telah diresmikan oleh Menko Ekuin Hatta Rajasa, 15 Januari lalu. Provinsi Bali pun tak ketinggalan. Bersama sekitar 10 daerah lainnya di Indonesia, Provinsi Bali menjadi pionir dalam mengadopsi SPIPISE, dimana pelaksanaannya diemban oleh Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Bali.

SPIPISE merupakan pelayanan perizinan dan non-perizinan yang terintegrasi secara nasional antara BKPM (sebagai pusat database dan sistem) dengan berbagai Kementerian-/LPND yang memiliki kewenangan perizinan dan non-perizinan terkait penanaman modal. Selain itu, sistem ini  juga integrasi jaringan antara BKPM dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menangani penanaman modal yang melaksanakan fungsi PTSP di bidang penanaman modal baik di provinsi dan di kabupaten/kota. (#adi#)

download file